Yogyakarta – Pelatihan Internalisasi Keistimewaan DIY Angkatan II dengan peserta Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (Eselon II) Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Kabupten Kulon Progo hari ini, Senin, 18 November 2019 dibuka oleh Paniradya Pati, Bapak Drs. Beny Suharsono, M.Si., di Hotel Grand Inna Malioboro.

Pembukaan Pelatihan juga dihadiri oeh Ahli Hukum Tata Negara, Bapak Dr. Andi Imanputra Sidin, Anggota DPD-RI Periode 2009-2014, Bapak Drs. Paulus Yohanes Sumino, M.M, Perwakilan dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KPH. Yudhohadiningrat.

Maksud dan tujuan seperti yang disampaikan oleh Kepala Badan Diklat DIY, Bapak Dr. Ir.Kuncoro Cahyo Aji, M.Si., dalam laporan penyelenggaraan kegiatan adalah untuk meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah di DIY tentang nilai-nilai Keistimewaan DIY.

Pelatihan dilakukan salama 3 hari dimulai tanggal 18 November s.d. 20 November 2019. Pada hari pertama dan ketiga, pelatihan dilaksanakan di Hotel Grand Inna Malioboro, dan pada hari kedua pelatihan dilaksanakan di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pura Pakualaman.

Pelatihan diikuti oleh 29 orang peserta yang terdiri dari Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (Eselon II) dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sejumlah 14 orang dan dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sejumlah 15 orang.

Bapak Beny Suharsono mengatakan dalam sambutannya, status istimewa yang melekat pada DIY merupakan bagian integral dari sejarah berdirinya Republik Indonesia. Pengaturan Keistimewaan DIY bertujuan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan demokratis, ketentraman dan kesejahteraan masyarakat, menjamin ke-bhineka-tunggal-ika-an, dan melembagakan peran dan tanggungjawab Kasultanan dan Kadipaten dalam rangka manjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya bangsa.

Nilai-nilai dan kewenangan Keistimewaan DIY seperti yang dijelasksan oleh Bapak Beny Suharsono perlu dipahami oleh seluruh aparaturnya, sehingga memiliki persepsi yang sama bagi tersusunnya langkah-langkah bersama yang terintegrasi dan komprehensif untuk mewujudkan kebijakan pembangunan yang selaras dengan tujuan daerah.

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan pemerintah di kabupaten dan kota se-DIY tentang nilai-nilai paramarta DIY dengan harapan untuk dapat mewujudkan konsepsi gendhon rukun dalam mewujudkan pembangunan daerah secara terintegrasi, sagatra ing karya dan berbasis nilai-nilai keistimewaan,” tutup Bapak Beny Suharsono. (hdk)