Sebagai rangkaian pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II yang dilaksanakan oleh Puslatbang dan KASN LAN-RI bekerjasama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan DIY, maka untuk membekali peserta mengenai isu strategis kepemimpinan kewirausahaan, maka dihadirkan Presiden Komisaris PT. Chevron Pacific Indonesia, Ir. Abdul Hamid Batubara, MBA. sebagai role model. Dalam paparannya disampaikan tentang pengalaman dirinya pada saat menggeluti karirnya di perusahaan tersebut.

Dalam ceramahnya disampaikan, bahwa semakin tinggi jabatan, maka partnership dengan pihak internal dan eksternal organisasi semakin diperlukan. Disamping itu, pemahaman terhadap visi dan misi, serta nilai organisasi sangat diperlukan. Integritas dengan tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun menjadi pegangan dalam menjalankan tugasnya, selain akuntabel yang diartikannya sebagai selalu bertanggung jawab atas segala tindakannya dengan tidak menyalahkan pihak lain. Berkaitan dengan staf, maka empowering people adalah salah satu cara yang ditempuhnya, karena dengan memberdayakan pegawai maka organisasi akan dapat menampilkan performance yang sesuai dengan standar yang diharapkan.

Menurut pejabat yang mengawali karirnya sebagai analis programmer ini, seorang pemimpin dituntut untuk mampu membaca bahasa tubuh dan memiliki pemahaman terhadap local wisdom. Kepemimpinan sangat situasional, tergantung kondisi permasalahan yang dihadapi. (wur)