Yogyakarta – “Agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat, peserta Pelatihan Dasar CPNS diberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian, dan etika PNS serta pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas, dan budaya organisasi,” ucap Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial, Budaya, dan Kemasyarakatan, Bapak Drs. Tri Mulyono, MM., pada acara penutupan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XV dan XVI Tahun 2019 pada hari Senin, 23 September 2019.

Penutupan Pelatihan Dasar CPNS yang dilaksanakan di Kampus Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta juga dihadiri oleh tamu undangan dari Polsek dan Koramil Kecamatan Kasihan, pejabat struktural, dan widyaiswara Badan Diklat DIY.

Bapak Tri Mulyono mengatakan CPNS yang diangkat menjadi PNS adalah unsur utama SDM Aparatur Negara yang mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang diindikasikan dari sikap dan perilakunya, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan tanggungjawabnya sebagai pelayan publik, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kepala Badan Diklat DIY, Bapak Ir. Kuncoro Cahyo Aji, M.Si., dalam laporan penutupan menjelaskan

bahwa penyelenggaraan Latsar CPNS Golongan III bertujuan untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat, motivasi nasionalisme, dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul, bertanggungjawab, serta memperkuat profesionalisme dan kompetensi bidang.

Latsar CPNS Golongan III Angkatan XV dan XVI Tahun 2019 dilaksanakan mulai 23 Juli s/d 23 September 2019 dengan sistem on campus on office.

Penilaian terhadap kelulusan peserta terdiri dari (1) evaluasi sikap perilaku dengan bobot 10% terdiri atas penilaian dari Badan Diklat DIY sebesar 5% dan penilaian dari instansi asal peserta sebesar 5%; (2) evaluasi akademik dengan bobot penilaian 20%; (3) evaluasi aktualisasi dengan bobot penilaian sebesar 50% yang terdiri dari penilaian Rancangan Aktualisasi sebesar 20% dan penilaian Pelaksanaan Aktualisasi sebesar 30%; (4) evaluasi penguatan kompetensi teknis bidang tugas dengan bobot 20%; (5) evaluasi akhir.

Evaluasi kelulusan seperti yang disampaikan oleh Bapak Kuncoro Cahyo Aji, dilakukan oleh penyelenggara pada tanggal 21 September 2019 dengan menghasilkan keputusan sebagai berikut:

longan III Angkatan XV Tahun 2019 dinyatakan LULUS 40 orang dengan kualifikasi kelulusan sebagai berikut:

  • Sangat Memuaskan : 16 orang
  • Memuaskan : 24 orang
  • Cukup Memuaskan: – orang
  • Kurang Memuaskan: – orang
  • Ditunda Kelulusan: – orang

Berikut 5 peringkat terbaik Latsar CPNS Golongan III Angkatan XV Tahun 2019:

  1. Fera Ratnasari, S.Pd., dari SMA Negeri 1 Ngemplak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY
  2. Eka Ningrum Rakhmawati, S.Pd., dari SMA Negeri 3 Yogyakarta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY
  3. Umi Zakiyatul Hilal, S.Pd.I., dari SMK Negeri 1 Tempel Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY
  4. Dedi Nurhartanto, S.Pd., dari SMA Negeri 1 Srandakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY
  5. Sifa Yuliasih, S.Pd., dari SMA Negeri 1 Semin Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY

Untuk Latsar CPNS Golongan III Angkatan XVI Tahun 2019 dinyatakan LULUS 39 orang, DITUNDA KELULUSAN 1 orang dengan kualifikasi kelulusan sebagai berikut:

  • Sangat Memuaskan : 10 orang
  • Memuaskan : 29 orang
  • Cukup Memuaskan: – orang
  • Kurang Memuaskan: – orang
  • Ditunda Kelulusan: 1 orang

Berikut 5 peringkat terbaik Latsar CPNS Golongan III Angkatan XVI Tahun 2019:

  1. Hari Fadly Yusuf, S.Pd., dari SMK Negeri 3 Yogyakarta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY
  2. Jumaryatun, S.Pd., dari SMA Negeri 1 Samigaluh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY
  3. Fenny Mufidta, S.E., dari Paniradya Keistimewaan DIY
  4. Inung Sundari, S.Pd., dari SMA Negeri 1 Samigaluh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY
  5. Hudha Rachmawati, S.T.P., dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY

“Saya berharap setelah diklat inin selesai maka saudara dapat menjadi agen perubahan yang mampu memperbaiki kualitas sektor publik, dan dengan kapasitas yang dimiliki diharapkan dapat mampu melakukan perbaikan dan perubahan terhadap kinerja di instansi masing-masing”, tutup Bapak Tri Mulyono.(hdk)