Masa pandemi menyebabkan lembaga pemerintah harus berbenah dan menyesuaikan diri dengan tatanan baru. Selain menerapkan protokol kesehatan, bebarapa mekanisme kegiatan di organisasi harus disesuaikan sehingga dapat mengantisipasi penyebaran virus C-19. Hal ini menjadi alasan utama kegiatan diskusi dan transfer ilmu di Badan Diklat DIY saat menerima kunjungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kunjungan dilakukan pada hari Rabu, 8 Desember 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB bertempat di Ruang Rapat A lantai 2 Badan Pendidikan dan Pelatihan DIY. Rombongan dari BNPB diwakili oleh Wahyu Indriadi selaku koordinator didampingi Aditya Nugraha Iskandar dan Slamet Riyadi. Poin utama diskusi tersebut adalah bagaimana melakukan penyesuaian dalam hal mekanisme pelaksanaan kedilklatan. Tantangan utama bagi lembaga pendidikan saat ini adalah kebutuhan untuk melakukan kegiatan pelatihan secara klasikal atau tatap muka langsung karena dianggap penting dalam proses transfer ilmu. Sementara itu lemdik juga dituntut untuk tetap patuh pada regulasi yang membatasi dan mengatur kegiatan diklat selama pandemi. Karenanya Lemdik harus dapat fleksibel dalam menghadapi setiap perubahan yang mungkin terjadi.

Kediklatan dengan substansi kebencanaan dianggap penting karena merupakan organisasi di ranah bencana merupakan leading sector saat terjadi pandemi. Dengan karakter substansi yang sifatnya antisipatif diklat ini harus dipastilkan memiliki bahan ajar yang sesuai dengan tujuan diklat dan spesifikasi peserta diklat yang sesuai dengan peruntukannya. Selain itu koordinasi yang kolaboratif antara lembaga pemerintah (OPD) dengan Satuan Tugas Covid-19 tingkat daerah juga merupakan hal utama dalam menghadapi tantangan masa pandemi ini.

Diskusi bejalan dengan lancar dan dinamis dengan berbagai informasi yang dipelajari oleh masing-masing lembaga. Acara diskusi dihadiri oleh perwakilan pejabat struktural di Badan Diklat DIY, di antaranya Budiharti selaku kepala Bidang Penjenjangan, Endah Wahyuni sebagai Kepala Subbidang Penjaminan Mutu dan Inovasi, Atik Sudarmi yang menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Keuangan, Ardiyana Primawaty selaku Kepala Subbagian Umum dan Wahyu Riawanti – Kepala Subbidang Standarisasi dan Pengembangan Kediklatan (Zk).