Diklat Sosiokultural Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan DIY dibuka pada hari Jumat, 17 September 2021 secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kepala Bidang Teknis Fungsional, Bapak Eko Susilo, SIP, M.Si., dalam laporannya menyebutkan bahwa tujuan pelaksanaan diklat adalah menyiapkan Aparat Sipil Negara Pemda DIY yang mempu mengakselerasi pelaksanaan pelayanan publik melalui sikap toleransi pada keberagaman dan seluruh ASN yang mampu menjalankan Visi dan Misi Pemerintah Pusat/Daerah dan mampu mengintegrasikan dengan pengembangan muatan lokal di masing-masing daerah.

Diklat TIK dilaksanakan selama 12 hari kerja mulai dari tanggal 17 September – 6 Oktober 2021 yang dilaksanakan dengan metode prinsip andragogi atau pembelajaran orang dewasa menggunakan metode pembelajaran e-learning yang diikuti oleh 30 orang Aparatur PNS di lingkungan Pemda DIY.

Kepala Badan Diklat DIY, Bapak Jarot Budi Harjo dalam sambutannya mengatakan bahwa kompetensi sosio kultural mutlak dimiliki ASN sebagai bagian dari pelayanan publik, mengingat Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, budaya, adat istiadat, dan agama sehingga ASN dituntut untuk mampu memahami dan menghargai keberagaman ini.

Lebih jauh Bapak Jarot Budi Harjo menerangkan bahwa di DIY selain memiliki UU Keistimewaan juga memiliki nilai-nilai kearifan dan keutamaan berbasis budaya lokal, disamping itu juga adanya Peraturan Gubernur Nomor 72 Tahun 2008 tentang Budaya Pemerintahan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang disebut SATRIYA yang merupakan bentuk komitmen Pemda DIY dalam mencapai keberhasilan transformasi birokrasi yang berbasiskan pada filosofi hamemayu hayuning bawana dan ajaran moral sawiji greget, sengguh ora mingkuh dan serta semangat golong gilig.

(hdk)