Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2021, pembukaan dilaksanakan pada hari Selasa, 3 Agustus 2021 secara virtual.

Kepala Badan Diklat DIY, Bapak Drs. YB. Jarot Budi Harjo dalam laporan penyelenggaraannya menyampaikan bahwa PKN Tingkat II bertujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

PKN Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2021 berlangsung kurang lebih selama 101 hari dimulai pada tanggal 03 Agustus s.d. 19 November 2021 dengan sistem Distance Learning. Peserta berjumlah 60 orang dengan rincian:

  1. Pemerintah Daerah DIY : 5 orang
  2. Pemerintah Kabuapten Kulon Progo DIY : 5 orang
  3. Pemerintah Kota Yogyakarta DIY : 5 orang
  4. Pemerintah Kabupaten Sleman DIY : 1 orang
  5. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul DIY : 2 orang
  6. Pemerintah Kabupaten Bantul DIY : 4 orang
  7. Provinsi Kalimantan Barat : 3 orang
  8. Kabupaten Belitung Timur : 2 orang
  9. Kabupaten Kuningan : 9 orang
  10. Kabupaten Mempawah : 2 orang
  11. Kabupaten Indramayu : 2 orang
  12. Kabupaten Rejang Lebong : 1 orang
  13. Kabupaten Jepara : 3 orang
  14. Kabupaten Ogan Komering Ilir : 5 orang
  15. Kabuapten Ogan Komering Ulu : 1 orang
  16. Kota Cirebon : 2 orang
  17. Kabupaten Padang Pariaman : 1 orang
  18. Kabupaten Boven Digoel : 1 orang
  19. Arsip Nasional Republik Indonesia : 1 orang
  20. Badan Pengawas Pemilihan Umum : 1 orang
  21. Provinsi Papua Barat : 1 orang

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Pakta Integritas Peserta PKN Tingkat II Angkatan XXIII dan diteruskan dengan sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Gubernur DIY dalam sambutannya mengatakan bahwa tepat tanggal 3 Agustus 2021, PPKM di berbagai level di semua provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia telah memasuki tahap baru, konsekuensinya adalah kepemimpinan yang disiapkan untuk mengatasi hal tersebut adalah kepemimpinan dengan tipe adaptif, kolaboratif, dan efektif.

Organisasi birokrasi, seperti yang disampaikan oleh Gubernur DIY, mengutip dari Patricia Palon, seorang konsultan professional, tidak hanya membutuhkan kepala daerah yang punya kapasitas intelektual, sebab yang membuat sukses organisasi birokrasi adalah mereka yang memperoleh komitmen dari PNS, bawahan, masyarakat yang dilayani dan good governance dari birokrasi itu sendiri.

“Segala formula kepemimpinan tidaklah bermakna bila faktor keteladanan diabaikan. Seorang pemimpin wajib mengedepankan keteladanan dengan menjalankan leadership by example”, tegasnya.

Kepala LAN RI, Bapak Dr. Adi Suryanto, M.Si., dalam sambutannya menerangkan bahwa birokrasi di Indonesia terbiasa bekerja dengan lingkungan yang tidak banyak berubah, tetapi sekarang ini birokrasi dihadapkan dengan VUCA, yaitu Volatility – situasi yang senantiasa berubah, Uncertainty – situasi yang tidak pasti, Complexity – situtasi yang semakin kompleks, dan Ambiguity – situasi yang semakin ambigu.

“Sementara kita mencoba alternatif-alternatif baru dalam tata kelola, pelayanan kita terhadap masyarakat dengan pengembangan IT, dengan mengembangkan basis-basis pelayanan aplikasi agar lebih dekat dan cepat melayani masyarakat, tetapi pandemi hadir”, terang Bapak Adi Suryanto.

Bapak Adi Suryanto mengungkapkan bahwa salah satu pelajaran penting dari pandemi yang sedang berlangsung ini adalah birokrasi dipaksa untuk bergerak cepat, merubah mindset, metode, merubah cara kerja lama dengan cara kerja baru termasuk dalam pelatihan pengembangan kompetensi ASN.

Terkait kepemimpinan, menurut Bapak Adi Suryanto, pemimpin harus bisa menggerakkan resources, harus bisa mengajak banyak orang, banyak kolega dan teman-teman untuk bergabung, bersinergi dalam melakukan perubahan, karena pemimpin tidak pernah bekerja sendirian.

“Untuk itulah Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II membekali kita semua untuk berkolaborasi, bisa mamanage sumber daya secara lebih baik lagi, lebih efektif lagi, karena kita tidak menginginkan adanya kepemimpinan yang one man show, yang menunjukkan seolah-olah keberhasilan yang diperolah atas hasil usahanya sendiri”, tegas Bapak Adi Suryanto sekaligus membuka PKN Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2021.

 

(hdk)