Rabu, 14 Agustus 2019 11:11

Pembukaan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan XVII dan Golongan III dan II Angkatan XVIII Tahun 2019

Yogyakarta – Pada hari Rabu, 14 Agustus 2019 Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta (Badan Diklat DIY) melaksanakan pembukaan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Golongan III Angkatan XVII dan Golongan III dan II Angkatan XVIII.

 

Pembukaan dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Bapak Drs. H. Umar Priyono, M.Pd., sekaligus membuka pelatihan secara resmi.

 

Kepala Bidang Penjenjangan, Ibu Lintang Ika Novida, S.Sos, dalam laporannya menyampaikan, Latsar CPNS dilaksanakan dengan tujuan untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat, dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.

 

Pelaksanaan Latsar CPNS Golongan III Angkatan XVII dan Golongan III dan II Angkatan XVIII Tahun 2019 bertempat di Badan Diklat DIY kurang lebih selama 51 hari dimulai pada 13 Agustus 2019 s.d 14 Oktober 2019 dengan sistem on class dan on office, peserta diasramakan.

 

Peserta Latsar CPNS Golongan III Angkatan XVII Tahun 2019 berjumlah 43 orang yang berasal dari Pemda DIY sebanyak 40 orang, dan dari Pemkab Blitar sebanyak 3 orang. Sementara Latsar CPNS Golongan III dan II Angkatan XVIII Tahun 2019 berjumlah 42 orang yang berasal dari Pemda DIY sebanyak 40 orang dari Golongan III dan 2 orang dari Golongan II.

 

Agenda Latsar CPNS meliputi:

1.       Agenda Sikap Perilaku Bela Negara

2.       Agenda Nilai-Nilai Dasar PNS

3.       Agenda Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI

4.       Agenda Habituasi

 

Bapak Umar Priyono mengatakan bahwa Pelatihan Dasar merupakan langkah awal bagi para peserta dalam menapaki karir baru sebagai CPNS sehingga harus bersungguh-sungguh dalam menjalaninya ketika lepas dari predikat CPNS.

 

“Siapapun yang menjadi ASN atau PNS di DIY harus memiliki jiwa-jiwa heroisme, karena yang mendirikan Yogyakarta adalah seorang yang revolusioner dan visioner sehingga ketika nantinya bekerja di dalam Pemda DIY harus menunjukkan jati dirinya, begitu pula bagi peserta yang berasal dari luar Yogyakarta, juga harus bertumbuh pada aspek kebudayaan yang dimiliki di daerahnya,” terang Bapak Umar Priyono.

 

Beliau juga menekankan pentingnya komitmen dan pengetahuan terlebih soal atitude. “Kembangkan attitude yang positif, karena pemikiran dan attitude yang positif itu hampir pasti menghasilkan tindakan-tindakan yang positif,” tutupnya. (hdk)

Telah dibaca 23 kali

Tuliskan komentar/pertanyaan

Silahkan isikan komentar dan/atau pertanyaan Anda disini

Terbaru

4622860
Hari Ini
Kemarin
Bulan Ini
Bulan Lalu
883
1382
43080
85395

IP Anda: 34.238.194.166