Print halaman ini
Senin, 22 April 2019 09:56

Kabid Pengembangan Pusat Pembinaan Analisis Kebijakan LAN RI, Isu Strategis: Peran Pemimpin Perubahan dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan

Yogyakarta – Kepala Bidang Seleksi dan Pengembangan Pusat Pembinaan Analisis Kebijakan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Ibu Meita Ahadiyati Kartikaningsih, S.SI., MPP., memberikan ceramah tentang Isu Strategis kepada peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan IV Tahun 2019.

 

Ceramah disampaikan oleh Ibu Meita Ahadiyati Kartikaningsih pada hari Senin, 22 April 2019 kaitannya dengan Isu Strategis adalah “Peran Pemimpin Perubahan dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan”.

 

Ibu Meita Ahadiyati Kartikaningsih dalam ceramahnya menerangkan bahwa visi pembangunan Indonesia pada tahun 2005-2025 adalah Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur.

 

Beliau melanjutkan bahwa di tahun 2019 ini merupakan akhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara Ketiga (RPJMN III - 2015-2019) yakni memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan IPTEK yang terus meningkat.

 

Sementara itu untuk RPJMN Keempat (2020-2025), ditujukan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di bebagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing.

 

Tiga kata kunci dalam Visi Pembangunan 2005-2025 lanjut Ibu Meita Ahadiyati Kartikaningsih, yaitu (1) Struktur Perekonomian yang kokoh; (2) Keunggulan Kompetitif; (3) SDM berkualitas.

 

Lebih jauh Ibu Meita Ahadiyati Kartikaningsih menjelaskan, pemerintah, dalam upaya mewujudkan RPJMN Keempat (2020-2025), memfokuskan beberapa hal diantara fokus pembangunan manusia, fokus pembangunan ekonomi, fokus pembangunan kewilayahan, fokus pembangunan infrastruktur, dan fokus pembangunan politik, hukum, pertahanan dan keamanan.

 

“Fokus pembangunan tersebut tidak mungkin akan berjalan mulus begitu saja, ada tantangan-tantangan yang mesti dihadapi semisal pembiayaan atau anggaran, sumber daya manusianya, namun ada hal catatan penting dalam mensukseskan pembangunan tersebut, tata kelola, pembangunan berkelanjutan, modal sosial budaya, dan transformasi digital,” terang Ibu Meita Ahadiyati Kartikaningsih.

 

 

(hdk)

Telah dibaca 129 kali