Senin, 01 Oktober 2018 08:15

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018

 

Yogyakarta - Pada tanggal 1 Oktober 2018 bertempat di Lapangan Upacara Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta (Badan Diklat DIY), seluruh pegawai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Dalam upacara hari Kesaktian Pancasila tersebut, Kepala Badan Diklat DIY Ir. Kuncoro Cahyo Aji, M.Si bertindak sebagai Inspektur Upacara dan Kepala Sub Bagian Keuangan Fauzan Achmadi, SE bertindak sebagai Komandan Upacara. Sedangkan Undang-Undang Dasar 1945 dibaca oleh Zaroh Lailatul Chanifah, S.Pd dan ikrar dibaca oleh Dian Adiprana Tyagita, S.Pd.Peserta upacara adalah seluruh karyawan karyawati Badan Diklat DIY.

Hari kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober merupakan peringatan ditumpasnya upaya kudeta Gerakan 30 September 1965 atau dikenal dengan peristiwa G30S/PKI. Kudeta yang dilakukan oleh kaum komunis ini bertujuan untuk mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi Komunis, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan cara membunuh enam Jenderal dan dimasukkan ke dalam sumur Lubang Buaya.

Pancasila diperkenalkan sebagai ideologi terbuka pada tanggal 10 November 1986 dimana Pancasila dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman yang senantiasa dinamis dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasarnya.

Tema Hari Kesaktian Pancasila tahun ini adalah “Pancasila sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa”. Tema ini semestinya dapat memberikan kesadaran bersama untuk dapat meresapi dan mempraktikan Pancasila yang bersumber dari nilai-nilai luhur dan kepribadian bangsa Indonesia. Hal ini sangat penting karena masyarakat Indonesia dengan kondisi sosiokultur yang begitu heterogen dan terdiri dari bergama suku, agama, bahasa daerah, budaya, adat istiadat, serta warna kulit agar dapat merekat dan bersatu.

Bapak Kuncoro menambahkan, bahwa tantantangan di era sekarang ini adalah globalisasi, liberalisasi, dan postmodernisme yang dapat mempengaruhi tatanan kehidupan bangsa seperti sosial, ekonomi, politik, bahkan mental dan moral bangsa. Benteng pertahanan terakhir adalah keyakinan nasional atas kebenaran dan keunggulan dasar Pancasila baik sebagai falsafat hidup maupun sebagai dasar negara.

Oleh karena itu pembangunan kepribadian bangsa merupakan harga mati saat ini. Karena banyak perilaku menyimpang yang menodai nilai-nilai luhur Pancasila, seperti perilaku Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN), pelanggaran Hak Asasi Manusia, usaha disintegrasi bangsa, mementingkan kelompok dan golongan tertentu, serta pelanggaran terhadap keadilan sosial masyarakat.  Penyimpangan tersebut dapat diberantas dengan mengubah pola pikir dan kepribadian masyarakat, meski itu bukan hal yang mudah.

“Pancasila sebagai dasar negara seyogyanya tidak hanya dipelajari dan dimengerti saja, namun lebih dari itu adalah pelaksanaannya secara nyata di dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang akan berkontribusi pada pembangunan pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.” tutur Bapak Kuncoro di akhir sambutannya.

(Tim Peliput)

Telah dibaca 83 kali
Login to post comments

Terbaru

4174154
Hari Ini
Kemarin
Bulan Ini
Bulan Lalu
36
1263
15684
42652

IP Anda: 52.91.185.49