Senin, 25 Juni 2018 10:10

Pembukaan Diklat Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, dan Keistimewaan DIY Angkatan II Tahun 2018

Yogyakarta – Pada hari Senin, 25 Juni 2018 bertempat di Badan Pendidikan dan  Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta (Badan Diklat DIY) dilaksanakan pembukaan Diklat Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, dan Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta Angkatan II Tahun 2018.

Kepala Subbidang Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional, Bapak Redy Hartanto, SE., mengawali dengan menyampaikan laporan pembukaan. Dalam laporannya dijelaskan bahwa tujuan pelaksanaan Diklat Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, dan Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta adalah:

1.       untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan tugas dan kewajiban

2.       menciptakan ASN yang mempunyai bekal dasar pemahaman Ideologi Pancasila, Wawasan Nusantara, dan Keistimewaan Yogyakarta dalam pelaksanaan tugas di instansi Pemerintah DIY

3.       menciptakan kesamaan visi dalam membangun Pemerintah Daerah yang berwawasan kebangsaan, menjiwai Ideologi Pancasila dan Keistimewaan Yogyakarta.

 

Sementara sasaran yang hendak dihasilkan adalah Aparatus Sipil Negara yang berkarakter dan berintegritas serta mempunyai kemampuan berpikir, merumuskan dan melaksanakan tugas dalam Pemerintah Daerah DIY (Pemda DIY).

Diklat Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, dan Keistimewaan DIY Angkatan II Tahun 2018 dilaksanakan mulai tanggal 25 Juni s.d. 24 Juli 2018 selama 19 hari kerja dengan sistem on class dan off class yang diikuti oleh 30 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemda DIY.

Bapak Kuncoro Cahyo Aji dalam sambutannya menjelasksan, kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Pemahaman dan pengalaman Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara harus terus ditingkatkan. Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat melalui Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Lebih jauh Bapak Kuncoro Cahyo Aji melanjutkan, Yogyakarta dan Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai keterikatan jiwa yang erat dalam rangkaian bernegara karena situasi perang, Yogyakarta pun menjadi Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi penopang tegak berdirinya republik yang baru merdeka.

Rangkaian peristiwa tersebut menjadikan Yogyakarta istimewa di Indonesia. Hal itu dikukuhkan melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di samping itu, Yogyakarta kini menjadi tujuan orang dari berbagai daerah yang tentunya berdampak pada tingkat keberagaman yang tinggi.

Pemerintah Daerah DIY dituntut, selain menyelenggarkan pemerintahan yang bersih dan melayani tetapi juga dituntut menyelesaikan persoalan-persoalan yang komplek, mengemban nilai-nilai budaya dan mengelola keberagaman yang ada.

“Oleh karena itu, diperlukan sebuah pemantapan wawasan dan pengetahuan tentang ideologi Pancasila, wawasan nusantara, dan keistimewaan DIY, ASN diharapkan berpartisipasi aktif memikirkan, merumuskan, dan melaksanakan pembangunan daerah yang memiliki karakter dan penjiwaan Pancasila, Wawasan Kebangsaan, dan Keistimewaan DIY,” tutup Bapak Kuncoro Cahyo Aji.

 

 

(Tim Peliput)

Telah dibaca 148 kali

Tuliskan komentar/pertanyaan

Silahkan isikan komentar dan/atau pertanyaan Anda disini

Terbaru

4092365
Hari Ini
Kemarin
Bulan Ini
Bulan Lalu
401
1705
22614
46269

IP Anda: 54.198.212.30