Kamis, 26 April 2018 14:32

Berpikir Kreatif dan Inovatif Mampu Meningkatkan Pelayanan Publik di Instansi

Yogyakarta – Pada hari Kamis, 26 April 2018 bertempat di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta (Badan Diklat DIY), disampaikan ceramah Berpikir Kreatif dan Inovatif oleh Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah DIY (DPPKA), Bapak Bambang Wisnu Handoyo, MM.

Dalam ceramahnya Bapak Bambang Wisnu menjelaskan kepada peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan II Tahun 2018, bahwa berpikir kreatif didefinisikan sebagai kemampuan berpikir untuk membuat hubungan yang baru dan hubungan yang lebih berguna dari informasi yang sebelumnya sudah diketahui.

Berpikir kreatif tidak selalu menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru melainkan bisa menghubungkan hal-hal yang sudah diketahui menjadi pengertian yang lebih sempurna. Prinsip berpikir kreatif, lanjut Bapak Bambang Wisnu, adalah berpikir beda, membuat pola pikir yang selalu baru dan di luar kebiasaan.

Ciri-ciri berpikir kreatif yaitu cenderung melihat suatu persoalan sebagai tantangan untuk menunjukkan kemampuan diri, cenderung memikirkan alternatif solusi/tindakan yang tidak dilakukan oleh orang-orang pada umumnya atau bukan sesuatu yang sudah biasa dilakukan dan tidak takut mencoba hal-hal baru.

Sementara berpikir inovatif didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan gagasan atau produk yang memiliki nilai jual. Hasil berpikir inovatif disebut inovasi. Menurut Bapak Bambang Wisnu, berpikir kreatif tidak sama dengan berpikir inovatif, berpikir inovatif adalah berpikir kreatif yang berorientasi pada memberikan nilai jual untuk hasil berpikir kreatif tersebut.

Lebih jauh Bapak Bambang Wisnu menjelasksan, yang membedakan antara kreativitas dan inovasi, kreativitas adalah proses timbulnya ide yang baru, sedangkan inovasi adalah pengimplementasian ide tersebut. Sementara persamaannya adalah sama-sama dapat membawa perubahan terhadap lingkungan, sama-sama berhubungan dengan gagasan baru.

Bapak Bambang Wisnu mengajak kepada seluruh peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan II Tahun 2018 untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugas dan fungsi di instansinya masing-masing.

Kaitannya berpikir kreatif dan inovatif dengan tugas dan fungsi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hasil dari berpikir kreatif dan inovatif dapat menghasilkan target kinerja yang lebih tertata. Penyerapan kinerja diharapkan berfokus pada hasil dan dampak, berfokus pada pengukuran prestasi kerja.

Tujuan akhirnya adalah tercapainya pemerintahan yang baik yang diindikasikan dengan meningkatnya pelayanan publik dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara cepat.

 

 

(Tim Peliput)

Telah dibaca 53 kali
Login to post comments

Terbaru

3895617
Hari Ini
Kemarin
Bulan Ini
Bulan Lalu
892
974
26410
53370

IP Anda: 54.224.151.24