Jumat, 27 April 2018 17:18

Deputi Bidang Inovasi LAN RI: Membentuk Sosok ASN SMART untuk mewujudkan Birokrasi Kelas Dunia

Yogyakarta – Deputi Bidang Inovasi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, SH., MA., menyampaikan ceramah Pembinaan Diklat Aparatur kepada peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan I dan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan III Tahun 2018.

Ceramah tersebut disampaikan pada hari Jumat, 27 April 2018 bertempat di Kampus Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta (Badan Diklat DIY), Gunung Sempu, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

“Tidak ada negara yang hebat tanpa Sumber Daya Manusia Aparatur yang hebat. Tidak ada Sumber Daya Manusia Aparatur yang hebat tanpa sistem pendidikan dan pelatihan yang hebat,” demikian yang dituturkan oleh Bapak Tri Widodo mengawali ceramahnya.

Bapak Tri Widodo mengajak kepada seluruh peserta agar memiliki sikap dan cara berpikir maju yang menyesuaikan dengan perkembangan dunia, karena sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo bahwa perubahan dunia sekarang sudah sangat cepat, dan untuk mengantisipasi perubahan tersebut dibutuhkan kecepatan dan kelincahan dalam bekerja.

Mengutip yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kemaritiman di Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 4 Mei 2017, “Bukan negara kuat yang mengalahkan negara lemah, bukan negara besar yang akan mengalahkan negara kecil, namun negara yang cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat”, maka Bapak Tri Widodo kembali berpesan agar setiap peserta selalu bergerak cepat dalam mengikuti perubahan jaman.

Menurut Bapak Tri Widodo, tiap Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu keluar dari rutinitas-rutinitas dalam melaksanakan tugas dan fungsi serta selalu berinovasi di tiap pekerjaanya. Beliau melanjutkan, Pegawai ASN selama ini terlalu berorientasi pada prosedur bukan berorientasi pada hasil. Prosedur memang harus diikuti oleh setiap ASN, namun orientasinya adalah hasil dan prosedur mengikuti.

Merombak prosedur merupakan salah satu perubahan yang ditegaskan oleh Bapak Tri Widodo agar proses pelayanan berjalan lebih cepat. Cara-cara lama yang masih berorientasi pada prosedur perlu dialihkan ke cara-cara baru yang berorientasi pada hasil.

Diklat, tegas Bapak Tri Widodo, dijadikan instrumen untuk mempercepat perubahan karena program dalam diklat dirancang untuk mampu menghasilkan alumni yang kompeten, baik berkompeten dalam mengelola dan berkompeten dalam membimbing perubahan agar terwujudlah ASN yang smart yang bercirikan oleh tiga hal, kompeten, berintegritas, dan kompetitif. ASN yang demikian yang menjadi upaya pemerintah untuk mewujudkan birokrasi kelas dunia yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2025.

 

 

(Tim Peliput)

Telah dibaca 181 kali
Login to post comments

Terbaru

4059966
Hari Ini
Kemarin
Bulan Ini
Bulan Lalu
22
1869
36484
43024

IP Anda: 54.198.205.153