Senin, 09 April 2018 07:53

Anggota Komisi A DPRD DIY memberikan Ceramah Pilar-Pilar Kebangsaan kepada Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan II Tahun 2018

Yogyakarta – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa  Yogyakarta (DPRD DIY), Bapak Eko Suwanto, ST., M.Si., memberikan ceramah kepada peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan II Tahun 2018 pada hari Senin, 9 April 2018.

Ceramah yang disampaikan oleh Bapak Eko Suwanto berkaitan dengan konsensus kebangsaan yang meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD NKRI) Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Bapak Eko Suwanto menjelaskan, bahwa MPR memiliki komitmen untuk memasyarakatkan konsensus kebangsaan. Hal itu dilandasi oleh dasar hukum Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 5 huruf (a) dan (b) tentang tugas MPR, Pasal 11 huruf (c) tentang kewajiban Anggota MPR, dan Peraturan MPR RI Nomor 1/MPR/2014 tentang tata tertib MPR, Pasal 6 huruf (b) tentang tugas MPR dan Pasal 13 huruf (c) tentang Kewajiban Anggota MPR.

Hal itu, menurut Bapak Eko Suwanto, dipengaruhi oleh adanya tantangan kebangsaan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Tantangan kebangsaan, lanjut Bapak Eko Suwanto meliputi dua faktor, internal dan eksternal.

Faktor internal antara lain masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit, pengabaian terhadap kepentingan daerah serta timbulnya fanatisme kedaerahan, kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan, kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagai pemimpin dan tokoh bangsa, dan penegakan hukum yang tidak berjalan secara optimal.

Sementara faktor eksternal dipengaruhi oleh globalisasi, yakni pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam dan pengaruh kapitalisme, yakni makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.

Bapak Eko Suwanto melanjutkan dengan menjelaskan tentang proses perumusan Pancasila dan makna filosofi sila-sila dalam Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan sejarah perjalanan Undang-Undang Dasar Tahun 1945, dan diakhir sesi Bapak Eko Suwanto mengajak para peserta untuk berdiskusi tentang tantangan-tantangan yang dihadapi oleh peserta di instansinya masing-masing.

 

 

(Tim Peliput)

Telah dibaca 82 kali
Login to post comments

Terbaru

3962899
Hari Ini
Kemarin
Bulan Ini
Bulan Lalu
275
1424
30387
22437

IP Anda: 23.20.223.212