Print halaman ini
Kamis, 08 Desember 2016 07:51

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL SEBAGAI PENGELOLA KEUANGAN DI SUBBAG KEUANGAN RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA

Oleh :

 

Christina Dewi Isti Paramita, S.E.

 

08 / Diklat Prajab / Reg / III / IV / 2016

 

 

 

Pendahuluan

 

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Sesuai dengan undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, ASN secaraumum dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara khusus, mempunyai tiga fungsi yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa. Pegawai ASN berkedudukan sebagai unsur aparatur negara, yang melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan Instansi Pemerintah, harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas dan mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. Maka dibentuklah peraturan baru tentang ASN yang tertuang dalam UU No.5 Tahun 2014 sudah secara implisit menghendaki bahwa ASN yang umum disebut sebagai birokrat bukan sekedar merujuk kepada jenis pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah profesi pelayanan publik.

 

Untuk membentuk sosok PNS profesional seperti tersebut diatas perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan, dan salah satu jenis diklat yang strategis untuk mewujudkan PNS yang profesional adalah Diklat Prajabatan. Inovasi dalam penyelenggaraan Diklat Prajabatan dilakukan dengan tujuan agar peserta diklat mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS dengan cara mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi pada tempat tugas, sehingga dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

 

Agenda Aktualisasi

 

1.      Membuat rekapitulasi belanja barang jasa di SPJ fungsional bulan Februari 2016  per jenis belanja dan per jenis barang (persediaan)

 

2.      Membuat rekapitulasi belanja modal di SPJ fungsional per jenis barang

 

3.      Membuat Laporan Penyusutan Aset Triwulan I th 2016 (Draft )

 

4.      Menyusun SPT PPh 21 (Gaji Pegawai PNS) masa Maret 2016

 

5.      Membuat analisa pendapatan obat di bandingkan dengan pengadaan/belanja obat bulan Feb 2016

 

6.      Membuat Jurnal Laporan Realisasi Anggaran menggunakan SIPKD (Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah)

 

7.      Membuat Analisis Kinerja Keuangan th 2015

 

8.      Membuat Jurnal Penyesuaian menggunakan SIPKD

 

 

Analisis Dampak

 

Penerapan nilai-nilai dasar profesi PNS yang meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi memerlukan kesadaran diri dan pemahaman bahwa nilai – nilai dasar tersebut harus dilakukan bukan disebabkan keterpaksaaan atau sekedar menggugurkan kewajiban. Penerapan nilai-nilai dasar profesi PNS yang meliputi ANEKA merupakan hal yang tidak mudah karena banyak faktor yang mempengaruhi baik faktor internal maupun eksternal, namun, nilai-nilai dasar PNS haruslah dilaksanakan walaupun dalam kenyataannya hal tersebut sangat sulit dilaksanakan ataupun diaktualisasikan dengan berbagai alasan ataupun faktor-faktor penghambatnya. Secara garis besar, apabila nilai-nilai ANEKA tidak diterapkan, adalah sebagai berikut:
1. Akuntabilitas

 

Apabila nilai akuntabilitas tidak dilaksanakan dengan baik, maka pegawai atau seorang PNS tidak bisa mempraktikkan ataupun mempertanggungjawabkan semua kewajibannya secara akuntabel, dalam melaksanakan tugas tidak sesuai prosedur dan ketentuan, tidak dapat mengambil keputusan yang tepat saat terjadi konflik kepentingan, serta tidak ada gambaran yang jelas terkait tujuan dari pelaksanaan suatu kegiatan, laporan yang dihasilkan juga tidak bisa dipercaya karena tidak memberikan informasi yang sebenarnya, sehingga dapat memicu tidak optimalnya suatu kegiatan, pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai ketentuan sehingga dapat dipersalahkan, kegiatan dilakukan diluar wewenang jabatan sehingga kredibilitas kinerja dipertanyakan, bukti pelaksanaan kegiatan tidak didasarkan pada kondisi riil, sehingga pada akhirnya dapat membuat ketidakpercayaan publik pada kinerja dan laporan keuangan RSJ Grhasia DIY.


2. Nasionalisme

 

Apabila nilai nasionalisme tidak dilaksanakan dengan baik maka dalam melaksanaan kegiatannya pegawai, tidak didasarkan pada sila-sila pancasila akan menomorduakan kepentingan publik, bangsa dan negara, serta lebih mengutamakan kepentingan atau urusan pribadi. Tidak bisa memahami peranan Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme PNS, tidak memahami fungsi dan peran PNS sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan publik, serta tidak memahami peran PNS sebagai pelayanan publik dan pemersatu bangsa. Dampak lain yang bisa terjadi yaitu tidak akan memiliki rasa kebangsaan, persaudaraan, senasib sepenanggungan dengan masyarakat yang juga merupakan bangsa Indonesia.

 

 

3. Etika Publik

 

Etika publik merupana refleksi tentang standar atau norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan, dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan dalam rangka menjalankan tanggung jawab. Apabila nilai etika publik tidak dilaksanakan dengan baik maka berbagai pihak yang berkaitan dengan seorang pegawai yang tidak beretika tersebut akan merasa bahwa pegawai tersebut tidak menghormatinya. Terjadi suatu ketidakharmonisan antara berbagai pihak yang berakibat pada hasil kegiatan tersebut. Dengan tidak melaksanakan dengan baik etika publik tersebut, bisa jadi keberadaan PNS tidak Laporan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS – Christina Dewi Isti Paramita, SE 25 menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat karena pola hidup yang bermewahmewahan akan menjadikan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Dalam melayani masyarakat juga akan seenaknya sendiri jika tidak dengan menggunakan etika publik, dan pasti mengharapkan imbalan, bukan karena rasa ikhlasnya dalam menjalankan tugas.

 

4. Komitmen Mutu

 

Apabila nilai etika publik tidak dilaksanakan dengan baik maka pekerjaan tidak akan selesai atau selesai namun tidak efisien dalam banyak hal. Kualitas hasil pekerjaan pun akan dipertanyakan. Pekerjaan akan terlihat monoton, mudah bosan, akibatnya bekerja pun akan sesuka hati. Bahkan bisa jadi pekerjaan yang dilakukan pun akan sia-sia. Pegawai juga tidak akan berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal/prima kepada publik dan sulit untuk mempertahankan mutu pelayanan, sehingga berakibat akan menurunkan daya saing organisasi terhadap pihak swasta yang lebih mengedepankan pelayan yang cepat dan berkualitas.

 

5. Anti Korupsi

 

Korupsi tidak hanya tentang hal yang merugikan negara ataupun berbentuk pidana (tindak pidana korupsi). Korupsi bisa berupa korupsi waktu. Apabila nilai anti korupsi tidak dilaksanakan dengan baik maka pegawai akan datang ke kantor dengan terlambat, menunda-nunda pekerjaan, menggunakan waktu kerja untuk keperluan diluar pekerjaan. Ada juga korupsi berupa penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

 

 

Kesimpulan

Nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi menjadi dasar bagi PNS dalam menjalankan tugas-tugas dan kewajiban dalam instansi kerja. Dengan adanya pendidikan dan pelatihan prajabatan pola baru yang lebih menekankan pentingnya internalisasi dan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS di lingkup kerja, diharapkan adanya aparatur negara yang profesional. Sehingga citra negatif yang selama ini berkembang secara perlahan hilang dan menjadikan citra publik yang kembali baik. Sebagai PNS harus melaksanakan pekerjaannya dengan menerapkan nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi pada setiap tugas yang dikerjakan, dan menjadi modal dasar untuk setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan berorientasi pada perbaikan terhadap mutu pelayanan yang berkesinambungan dan bebas dari korupsi bersama-sama untuk membangun bangsa. Proses internalisasi akan diikuti proses pemahaman dalam diri pribadi sehingga akan mempengaruhi kinerja. Kinerja yang dihasilkan yaitu kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertanggungjawab, berintegritas, adil, memiliki rasa kebangsaan yang tinggi, beretika luhur, profesional, memiliki komitmen yang kuat dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta memiliki niat untuk tidak menggunakan sesuatu yang bukan merupakan haknya.

 

Telah dibaca 1955 kali

1 comment

  • Link Komentar shifa fauziah Selasa, 14 Mei 2019 07:00 ditulis oleh shifa fauziah

    bagus kak.